Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), DR. Ir. H. Kardaya Warnika, DEA mendengar pertanyaan pelajar MA Candangpiggan.

INDRAMAYU- Ratusan pelajar MA Candangpinggan masuk Desa Gedangan Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu mengikuti dengar pendapat Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), DR. Ir. H. Kardaya Warnika, DEA. Tampak sejumlah tokoh masyarakat hadir dalam acara yang disambut antusias oleh semua kalangan.

Puluhan pelajar memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajukan berbegai pertanyaan seputar makna Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pelajar dengan kritis menyampaikan berbagai pandangan seputar kepemimpinan yang ideal bagi Negara dan kepala daerah.

“Pemimpin Negara dan daerah sekarang menjadi tumpuan dan contoh bagi masyarakatnya. Bagaimana dengan dengan sikap bapak yang mengetahui adanya pemimpin yang melakuan perbuatan negatif salah satunya Bupati Ogan Komering ilir,” ungkap salah satu siswa, Arif mengajukan pertanyaan kepada Kardaya.

Kardaya mengatakan jika pemimpin harusnya menjadi tauladan dan melaksanakan amanat rakyat. Jika tidak maka baik pemerintahan maupun pembangunan tidak akan berjalan dengan baik. “Moral masyarakat pun dipastikan akan rusak jika memiliki pemimpin yang tidak baik dan memiliki sikap negatif. Kami berharap pemerintah tegas menindak pemimpin daerah yang melanggar hukum,” kata Kardaya.

Kardaya lebih luas menjelaskan menyampaikan makna Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tungga Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kardaya mengatakan warga penting mengetahui makna Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tungga Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga benar-benar menicintai negaranya.

“Saya juga mengajak pelajar MA Candangpinggan juga berperan dengan baik melalui belajar dengan baik. Kemudian kita juga harus mengetahui pemahaman keempat materi tersebut yang menjadi dasar pemikiran bersama. Karena sejak lama kita sudah sepakat jika Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah menjadi pegangan hidup untuk menjadi alat pemersatu masyarakat,” ungkap Kardaya yang juga Anggota Komisi XI DPR-RI.

Kardaya menambahkan pemahaman keempat materi sangat penting diketahui untuk mencegah paham yang bertentangan dengan azas Pancasila, UUD 1945 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Pemahaman juga sangat penting bagi pelajar yang kelak akan menjadi pemimpin dan penerus pembangunan bangsa.

Pada kesempatan tersebut juga pelajar MA Candangpinggan mendengar tausiah Kiyai Buya Sakur. (CB01)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here