Pangeran Patih, Muhamad Qodiron (berbaju putih) melakukan jumpa pers sebelum kegiatan pagelaran.

CIREBON- Untuk menjaga tradisi, Karaton Kanoman malaksanakan pagelaran Tari Lima Wanda yang menggambarkan cerminan manusia, Sabtu (9/6) sekitar pukul 19.30 WIB. Sekitar 40 penari akan tam[ilkan kemampuan mereka diantaranya lima tarian topeng khas Cirebon yakni Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung dan Kelana.

 

”Pagelaran ini dilaksanakan untuk tetap menjaga tradisi serta budaya khas Cirebon yang dilahirkan para nenek moyang kita. Sejak lama Keraton Kanoman sering menyuguhkan tradisi dan budaya pada zaman dulu. Tradisi seni dan budaya para leluhur tersebut patut dijaga dan dilesatarikan,” ungkap Pangeran Patih, Muhamad Qodiran.

Dia mengatakan, tarian lima wanda merupakan salah satu tarian yang sangat langka dan belum pernah ditampilkan pada khlayak umum. Kini, Keraton Kanoman akan menyuguhkan tarian tersebut pada gelaran Lima Wanda Panuluh Caruban yang akan digelar di area Siti Inggil Keraton Kanoman.

” Lima karakter yang ada dalam tarian wanda itu merupakan sifat manusiawi. Kita akan tampilkan, tentu tujuannya untuk mendapatkan kerukunan. Kami hanya ingin mempersatukan kelima tarian itu. Tarian ini pernah ditampilkan waktu dulu, dan sekarang baru kita tampilkan lagi,” jelas Qodiran.

Patih Qadiron juga mengungkapkan, untuk tarian nitirasa sendiri sesungguhnya mempunyai makna yang sangat dalam, yakni tentang rasa yang ada pada manusia.

” Tarian ini menampilkan beberapa gerak yang dihasilkan dari apa yang kita rasakan,” ucapnya. (CB01)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here