Korban menunjukan luka lecet didampingi pengecaranya sesaat usai diperiksa kepolisian, Jumat (6/5) malam.

CIREBON- Anak seorang pengusaha Kaidi alias Asiong yang menjadi korban penganiayaan, AAC (12 tahun) mengalami trauma akibat melihat ayahnya dipukuli. AAC terlihat depresi bila melihat orang berjalan lebih dari satu orang selalu ketakutan dan akan teriak-teriak.

“Saya sedih melihat anak berprilaku aneh dan mengalami depresi. Sudah seminggu peristiwa tapi traumanya masih ada. Dia memang melihat saya dipukuli oleh empat orang,” ungkap Kaidi, Sabtu (14/5).

Warga Perumahan Kecapi Mas Kelurahan/Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon ini mengaku beberapa kali melihat anaknya takut keluar. Setelah dirayu jika akan selamat baru AAC mau mengikuti keluar itu pun harus menggunakan kendaraan.

“Dulunya, AAC anak yang periang tapi sekarang berubah,” ucapnya sedih.

Sebelumnya Kaidi alias Asiong dianiaya di depan anak dan isterinya, Jumat (6/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Asiong sempat trauma dan mengalami luka lebam serta lecet di bagian kaki dan tangan. Korban mengenali salah seorang pengeroyoknya, JA. Penganiayaan dilakukan di depan rumah korban ketika hendak membuang sampah.

“Tiba-tiba datang keempat orang langsung menarik tangan saya dan memukuli. Saya sempat teriak hingga akhirnya anak serta isteri keluar rumah. Tapi mereka tetap memukuli saya di depan anak dan isteri,” ungkap Asiong ketika melaporkan peristiwa itu ke Polsek Selatan Timur masuk wilayah hukum Polres Cirebon Kota didampingi pengacara Dan Bildansyah, SH, Marhendi, SH. MH. dan Titin Prialianti, SH.

Asiong menambahkan dirinya sempat menolak ajakan para pelaku yang akan dibawa ke Hotel Bentani. Dirinya tidak menduga para pelaku tega menganiaya di depan anak dan isterinya yang histeris melihat aksi tersebut.

“Kami melaporkan tindakan semena-mena para pelaku. Mestinya bila ada urusan bisnis diselesaikan secara baik-baik atau melalui jalur hukum,” ungkap Bildansyah. (CB01)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here