ilustrasi

INDRAMAYU- Saat bulan Ramadhan, dan menjelang lebaran, warga, terutama pengendara sepeda motor, harus hati-hati terhadap ancaman kejahatan pada malam hari . Terbatasnya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Indramayu, menyebabkan jika malah hari banyak daerah rawan kejahatan dan kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data cakupan layanan PJU di daerah setempat baru di tingkatan 49,9 persen. Sisanya, masih merupakan bentangan jalan yang tidak dilengkapi fasilitas PJU.

“Jumlah titik PJU di Indramayu, sampai tahun 2015 lalu baru 17.924 titik. Padahal idealnya, untuk bisa menerangi seluruh Indramayu pada malam hari, dibutuhkan sedikitnya 40.000 titik PJU,” ungkap Kepala Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Drs. Trisna Hendarin, MSi.

Trisna menambahkan Cakupan kita masih setengahnya. Ini yang membuat jalan-jalan di Indramayu pada malam hari rawan kejahatan maupun ruas-ruas jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas. Diantaranya ialah banyaknya pemasangan PJU secara swadaya oleh masyarakat yang tidak menggunakan KWH meter.

“PJU liar ini membuat beban tagihan kami semakin besar,” tandasnya. (CB08)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here