Peserta pelatihan sedang mendengarkan instruktur terkait Teknisi Kelistrikan di Aula Cirebon Power, Kamis (19/4).

CIREBONBAGUS.COM- Cirebon Power melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui program keahlian. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Vokasi – Teknisi Instalasi Listrik Tenaga dan Juru Las SMAW (1G-2G, 1F-2F). Masing-masing kelas keterampilan akan akan diikuti 15 orang, dengan durasi pelatihan selama 160 jam pelajaran.

Presiden Director Cirebon Power, Heru Dewanto mengatakan, kelas vokasi ini diprioritaskan untuk diikuti eks petani garam atau keluarganya. Dengan harapan dapat memberi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi mereka. Sehingga nantinya dapat memperoleh peluang kerja. “Program vokasi ketenagalistrikan ini bagian dari visi besar menjadikan Cirebon sebagai pusat pendidikan tenaga listrik terampil. Jadi ini adalah langkah kecil dari sebuah lompatan besar,” kata Heru, Kamis (19/4).

Heru menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan peluncuran secara resmi pusat vokasi ketenagalistrikan bersamaan dengan Ground Breaking PLTU Unit II, dan digitalisasi operasional pembangkit listrik. Heru juga menyampaikan apresiasi kepada tim kepada pimpinan Muspika Kecamatan Astanajapura dan Mundu, serta tim Cirebon Power yang telah bekerjasama mewujudkan pelatihan ini.

Diharapkan dengan adanya program vokasi dapat memecah sumbatan dan kesenjangan antara skill yang dibutuhkan oleh proyek dan keterampilan yang ada d masyarakat. “Sumbatan ini akan bisa kita buka. Ini adalah tujuan dari program vokasi itu,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Astanajapura, Mahmud Tajudin mengaku sangat mendukung program ini. Sebab, program keterampilan seperti ini sangat ditunggu dan diharapkan dapat memberi pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. “Pada dasarnya kami berpikir apa yang dilakukan PLTU, Muspika semua kembali kepada masyarakat karena tujuannya adalah menyejahterakan dan melayani masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Muspika Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Mundu bersama Cirebon Power telah bekerjasama menyerap anggota masyarakat yang berminat mengikuti vokasi. Puluhan orang dari 3 desa yaitu Kanci, Kanci Kulon dan Waruduwur mengikuti pendaftaran, dan terpilih 30 orang yang dinilai potensial dan layak mengikuti kelas vokasi.

Cirebon Power pada November 2017 telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Korea Midland Power, perusahaan pengembang kelistrikan ternama dari Korea Selatan, untuk membangun Pusat Vokasi Ketenagalistrika. Program ini nantinya akan mencetak tenaga profesional dan berkeahlian untuk pengoperasian pembangkit listrik berteknologi batubara bersih, yang saat ini masih langka di Indonesia. (CB01/Ril)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here