Ketua Tim Kejagung, Irwan Sinuraya (kedua dari kiri) tampak sedang memperhatikan bangunan setda, Kamis (9/8).

CIREBONBAGUS.COM- Pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) baru Kota Cirebon terus menuai berbagi persoalan antara lain belum pastinya penyerahan bangunan, beberapa lantai terlihat rusak dan dalam penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Asep Dedi, MSi mengatakan gedung setda baru masih dalam pekerjaan kontraktor. Hal ini dikatakan ketika mengetahui adanya kerusakan pada lantai gedung setda baru tersebut.

“Biarkan  gedung nanti bila ada kerusakan harus diperbaiki lagi (kalau ada kerusakan red.).  Nanti juga kami akan melakukan tes humer apakah layak dipergunakan atau bagaimana,” ungkap Dedi kepada sejumlah media, Jumat (21/9).

Dedi mengatakan tes humer dilakukan untuk mengukur kekuatan bangunan yang biasa dilakukan bila gedung selesai dibangun. Bila bangunan dinyatakan aman tentu gedung Setda akan dipergunakan secepatnya.

Kejagung RI, lanjut Dedi memang telah melakukan pemeriksaan terhadap gedung Setda baru. Dalam pengawasan Kejagung meminta agar dilakukan berbagai perbaikan sebelum diserahkan.

Sebelumnya, pembangunan gedung Setda baru di Belakang Balaikota Cirebon sudah masuk tahap penyelidikan Kejagung RI. Tim Kejagung  melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung Setda baru, Kamis (9/8) yang diduga banyak persoalan.

Tim Intelejen Kejagung RI yang dipimpin Irwan Sinuraya melihat secara langsung gedung Setda. Dalam kegiatan tersebut Irwan mengajak enam tim beserta Kejaksaan Negeri (Kejari), Arifin Hamid melihat hasil pembangunan.

“Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap gedung Setda ini. Penyelidikan dilakukan atas berbagai persoalan tentunya. Kami masih mengumpulkan berbagai data,” ungkap Irwan.

Irwan bersama tim memeriksa gedung dari lantai 1 sampai lantai 8 hingga atap. Beberapa kali tim sempat mengungkapkan keheranan karena pekerjaan dianggap belum selesai.  Beberapa pekerjaan yang belum selesai antara lain banyak bagian bangunan masih terbuka sehingga membahayakan. Selain itu, tim tidak dapat menggunakan lift.

Tampak Kejagung juga menunjukan rasa heran dengan kualitas bangunan yang dianggap kurang baik. Salah satu contoh persoalan beberapa kaca yang tidak tertutup. Selain itu tangga masuk tidak menempel ke tembok sehingga membahayakan orang yang hendak lewat.

“Nanti kita kumpulkan data terlebih dahulu. Setelah itu akan menentukan sikap apakah akan kita tingkatkan ke penyidikan atau adanya keputusan lain,” kata Irwan. (CB01)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here