Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Drs. Nashrudin Azis- Dra. Hj Eti Herawati pimpin brifing staf di Balaikota Cirebon, Senin (17/12).

CIREBONBAGUS.COM – Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Drs. Nashrudin Azis- Dra. Hj Eti Herawati menyiapkan jurus atau program unggulan menghadapi 100 hari kerja. Beberapa program tersebut antara lain bersih, hijau dan tertib.

 

Pengarahan program 100 hari tersebut dilakukan saat pelaksanaan Briefing Staf di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, Senin (17/12/2018). Briefing staf tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis dan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati. Turut pula hadir Sekretaris Daerah (Sekda ) Kota Cirebon, Drs. Asep Dedi, M.Si. “Kota Cirebon tidak dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor lain kecuali bidang jasa,” tegas Azis.

Karena itu, Kota Cirebon akan dijadikan Kota Pariwisata. Untuk itu kebersihan, hijau dan ketertiban harus segera dilaksanakan. “Ini program 100 hari kami,” tegas Azis. Karena itu Azis menekankan pentingnya kebersihan lingkungan di Kota Cirebon. Azis meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk segera melakukan langkah-langkah mengelola sampah. Mulai dari ruas jalan protokol hingga jalan menuju lingkungan. “Semua harus bebas sampah,” tegas Azis. Selama masa 100 hari, 3 prioritas tersebut menurut Azis keberhasilannya sudah harus di atas 50 persen.

Tidak hanya itu, Azis juga menekankan pentingnya jam buang dan jemput sampah di setiap TPS dan TPA untuk lebih diperhatikan. “Tupoksi pemeliharaan taman juga agar dipertegas lagi antara PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup,” tegas Azis. Tujuannya tidak lain agar taman yang ada di Kota Cirebon bisa terpelihara dengan baik dan indah dipandang mata.

Pada kesempatan yang sama Azis juga meminta agar koordinasi antar SKPD harus berjalan dengan baik. “Sebagai penyelenggara pemerintahan, setiap SKPD harus memiliki kesamaan berfikir,” tegas Azis. Yaitu kesamaan untuk memajukan pembangunan di Kota Cirebon serta melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Selain itu koordinasi di dalam SKPD juga diminta Azis untuk diperbaiki. “Komunikasi dua arah antara pimpinan dan staf-stafnya harus diperbaiki dan terus berjalan,”tegas Azis.

Sementara itu Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, pada kesempatan yang sama juga meminta kepada setiap SKPD untuk menanam pohon untuk menampilkan kesan indah dan hijau. “saya juga meminta agar tugu selamat datang serta 4 pintu gerbang menuju Kota Cirebon diperindah,” ungkap Eti.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Drs. H. RM. Abdullah Syukur, M.Si, menjelaskan jika dinas yang dipimpinnya siap untuk melaksanakan program yang telah dicanangkan wali kota dan wakil wali kota Cirebon. “Sebenarnya kemarin, pasca pelantikan kita juga sudah mulai running,” ungkap Syukur. Selanjutnya sesuai dengan arahan pada briefing staf hari ini, pihaknya akan terlebih dahulu memprioritaskan kebersihan ruas jalan protol dan sejumlah jalan-jalan kecil yang berdekatan dengan jalan protokol.

Menyinggung taman tematik, menurut Syukur, sudah ada 17 perusahaan yang bersedia untuk mengelola taman tematik tersebut. “nantinya mereka akan kita undang bersama dengan pa Wali Kota. Rencananya akan dibuatkan surat keputusan untuk mereka mengelola taman-taman tematik tersebut,” ungkap Syukur. Direncanakan pada setiap taman nantinya ada unsur ‘Sehati’, sebagai visi dan misi pemerintahan Azis-Eti 5 tahun ke depan.

Sedangkan untuk permasalahan sampah, Syukur mengungkapkan jika ada 3 model yang akan mereka lakukan untuk permasalahan sampah. Yaitu adanya TPS terpilah di Krucuk, TPS mobile sebagai pengganti TPS Kesambi yang rencananya akan ditutup, serta program recycle sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Sampah yang sudah berumur 10 tahun, sudah pasif akan kita ambil lalu kita ayak,” ungkap Syukur. Nantinya residu sampah yang sudah lapuk akan dijadikan briket untuk bahan bakar.

Selain itu sampah yang sudah berusia lama bisa pula dikasih enzim tertentu, lalu didiamkan 7 hari kemudian dibakar dan difermentasi menajdi gas. “gas itu bisa langsung diarahkan ke generator untuk menjadi penerangan,” kata Syukur. Metode ini menurut Syukur sudah dilihat dan dilakukan di Bandung dan ia pun berkeinginan untuk dilakukan di Kota Cirebon. (CB01)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here