Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis SH menyerahkan cenderamata ke Wali Kota Surabaya Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T di Surabaya, Senin (19/1).

CIREBONBAGUS.COM- Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH meminta seluruh Kepala Satuan Kerja  Perangkat Daeran  (SKPD) dan jajaran untuk komitmen dan mewujudkan Cirebon bersih, hijau dan tertib.

Dalam mewujudkan komitmen tersebut sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melakukan kunjungan kerja ke Kota Surabaya untuk belajar tentang program penataan kota.  Rombongan dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis SH yang diterima oleh Wali Kota Surabaya Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T  yang memaparkan sejumlah program unggulan di kota tersebut.

“Pelaksanaan kebersihan bukan hanya tanggungjawab  Dinas Lingkungan Hidup (DLH red.) saja semua pihak dan semua instansi harus membantu. Bahkan masyarakat luas juga harus membantu, tanpa kebersamaan sulit akan diwujudkan Kota Cirebon bersih, hijau dan tertib,” ungkap Azis.

Azsi menambahkan ada kebijakan yang akan menjadi pertimbangan penting yaitu terkait penutupan TPS Kesambi dan TPS Wahidin yang sudah menjadi jalan utama di Kota Cirebon.  Selain itu Kota Cirebon akan mencoba melengkapi program kebersihan dengan membuat TPS Mobile.

“Program ini diharapkan akan menjadi solusi atas banyaknya sampah yang menumpuk di Kota Cirebon selama ini. Saya akan meminta komitmen seluruh Kepala SKPD dan jajarannya untuk melaksanakan Cirebon bersih,” tandasnya.

Asda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cirebon Ir. Yoyon Indrayana M.T mengatakan kebutuhan belajar untuk Kota Cirebon saat ini yaitu tentang menangani masalah kebersihan dan ketertiban.  Dia menuturkan dari hasil pemaparan Ibu Risma sapaan akrab Wali Kota Surabaya ternyata terungkap bahwa penanganan kebersihan dilakukan selama 24 jam dan diawasi oleh berbagai dinas.

“Masalah Pedagang Kaki Lima (PKL) juga disediakan tempat berjualan tanpa mengganggu ketertiban,” katanya Senin (21/01/2019).

Yoyon mengungkapkan penanganan sampah juga dilakukan dengan TPS berjalan sehingga tidak terlihat tempat kumuh di semua sudut kota.

“Ada banyak program yang berhasil dijalankan Pemkot Surabaya, tapi yang mungkin diimplementasikan baru tentang kebersihan dan ketertiban,” ujarnya.

Yoyon menambahkan program kebersihan dan ketertiban merupakan penunjang untuk mendorong sektor pariwisata di Kota Cirebon sehingga hal itu mendesak diterapkan.

“Sektor pariwisata tak mungkin berkembang jika suatu daerah tidak bersih dan tertib,” tambahnya. (CB01)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here