Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto dan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI, Tri Soewandono saat mengunjungi tempat penyimpanan berkas dan kotak Pemilu tingkat Kabupaten Cirebon di BLK Plumbon, Selasa (23/4).

CIREBONBAGUS.COM- Sekitar 40 persen wilayah di Jawa Barat sudah menyelesaikan perhitungan Pemilu 2019 di tingkat kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Perhitungan sudah sesuai jadwal sehingga kepolisian dan TNI akan terus mengawal keamanan penghitungan.

Demikian diungkapkan Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto saat mengunjungi tempat penyimpanan berkas dan kotak Pemilu tingkat Kabupaten Cirebon di BLK Plumbon, Selasa (23/4). Agung mengatakan masyarakat harus mempercayakan semua proses ke petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Rapat PPK sudah mencapai 40 persen dan terus jumlahnya meningkat. Ini (Perhitungan red.) sudah sesuai jadwal,” ungkap Agung.

Agung menambahkan pengamanan gudang-gudang penyimpanan kotak suara se-Jawa Barat harus diperketat. Dia tak boleh ada gangguan sedikit pun dalam proses Pemilu 2019. Untuk itu, Agung mengaku telah menginstruksikan seluruh kapolres di wilayah hukum Polda Jabar berkoordinasi dengan TNI demi memberlakukan pengamanan ketat. Dia mengingatkan, seluruh aparat keamanan harus mengantisipasi gangguan yang mengarah pada upaya penghilangan dokumen pemilu, termasuk pembakaran kotak suara, seperti yang terjadi di daerah lain di luar Jabar.

“Saya sudah perintahkan seluruh kapolres berkoordinasi dengan dandim setempat untuk melakukan pengamanan ketat,” ungkap Agung.

Bersama Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI, Tri Soewandono, Agung mengecek pengamanan proses Pemilu 2019 di sejumlah daerah di Wilayah Ciayumajakuning, seperti Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, maupun Kabupaten Majalengka. Di Indramayu, Kapolda dan Pangdam didampingi Forkopimda Kabupaten Indramayu, mengecek Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jatibarang maupun Krangkeng.

Seluruh jajarannya pun diingatkan untuk menjaga gudang penyimpanan kotak suara sesuai standar yang telah ditetapkan. Setiap gudang harus dikunci dengan tiga gembok berbeda dan dijaga 24 jam.

Di sisi lain, Agung prihatin dengan peristiwa meninggalnya para penyelenggara pemilu. Di Jabar diketahui setidaknya 37 orang penyelenggara pemilu meninggal dunia.

“Mungkin karena kelelahan,” ujarnya.

Menurutnya, dua orang personel kepolisian di Jabar pun meninggal dunia kala menjalankan tugas pengamanan Pemilu. Keduanya masing-masing berasal dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Indramayu.

Selain itu, masyarakat Jabar juga diminta bersabar menanti hasil perhitungan suara Pemilu 2019 oleh KPU. Masyarakat diimbau menghormati proses demokrasi yang tengah berlangsung.

“Kita sama-sama hormati proses penghitungan suara oleh KPU, tunggu hasilnya,” tegas Agung.

Pengecekan standar keamanan dalam proses pemilu juga dilakukan Agung dan Tri di Kabupaten Cirebon, salah satunya di PPK Dukupuntang. Di sana, Agung meyakinkan standar pengamanan telah dilakukan dengan benar.

“Pintu masuk dikunci dengan tiga gembok, masing-masing kunci dipegang tiga orang, petugas dari PPK, Panwascam, dan kepolisian. Standarnya begitu,” katanya.

Selain mengecek keamanan, kedatangan keduanya juga untuk menyemangati aparat Polri dan TNI yang bertugas mengamankan proses pemilu. Agung menyebut, hingga kini tidak ada gangguan berarti yang mengganggu proses pemilu di Jabar. (CB01)

 

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here