Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Arm Maryudi membuka Turnamen SKP ke-1 Tahun 2019 wilayah III Cirebon, Minggu (28/4/2019)

CIREBONBAGUS.COM-

Persatuan Tenis Meja Sekar Kemuning Permai (PTMSKP) bekerja sama dengan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon menggelar Turnamen SKP ke-1 Tahun 2019 wilayah III Cirebon, Minggu (28/4/2019).

Ketua Pelaksana Turnamen SKP ke-1 Tahun 2019 wilayah III Cirebon, Muhamad Arifin, mengatakan tujuan diadakan turnanem ini pertama, untuk menjalin silaturahmi pemain dan penggiat tenis meja wilayah III Cirebon secara umum, khususnya di Kota Cirebon. Kedua, mencari bibit atlet terbaik di wilayah III Cirebon. Sebab, Agustus akan dihelar turnamen tingkat nasional dalam rangka HUT Republik Indonesia dan HUT Kota Cirebon.

“Event ini sebagai pemanasan dengan peserta 202 orang,” tegasnya.

Ketua Umum PTMSI Kota Cirebon Maruf Nuryasa mendukung penuh event ini karena PTMSI ingin menggelorakan olahraga, khususnya tenis meja di Kota Cirebon. “Melalui event seperti ini tentu kita berharap tenis meja bukan hanya menjadi olahraga rekreasi tapi juga menjadi olahraga prestasi,” harapnya.

Tenis meja, lanjut Maruf, tidak instan sehingga butuh proses bertahun-tahun untuk dapat prestasi. “Bagi atlet muda event ini jadi pengalaman untuk mengembangkan prestasi di tenis meja,” ucapnya.

Ketua Umum KONI Kota Cirebon Wati Musilawati pun mendukung event ini dan berterima kasih kepada PTMSKP dan PTMSI dalam rangka membina atlet, agar terus meningkatkan kemampuannya sehingga dapat menunjukkan prestasinya.

Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Arm Maryudi mengatakan, event tenis meja ini bisa jadi salah satu upaya menekan tantangan yang semakin berat, berupa ancaman media sosial, narkoba, kenakalan remaja, dan perkelahian antar kelompok.

“Dengan event ini cukup bagus karena membina generasi muda untuk berprestasi, sehingga meringankan pekerjaan korem. Dari sini bisa mencari bibit berkualitas untuk berkiprah di tingkat nasional,” katanya.

Korem, lanjutnya, terus menggugah PTMSI Kota Cirebon untuk melaksanakan pembinaan bila perlu ada sekolah tenis meja, sehingga bisa membina dengan baik. “Rata-rata masyarakat bisa main tenis meja secara alami bukan secara teori. Bila punya guru atau pelatih berkualitas tentu akan menghasilkan atlet berprestasi,” katanya. (CB01)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here