Sejumlah warga sedang mengikuti simulasi Pemilu 2019 di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Drajat, Sabtu (16/3).

CIREBONBAGUS.COM- Pemerintah Daerah Kota Cirebon mendorong pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 berjalan damai dan aman. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mentargetkan angka pertisipasi masyarakat meningkat dari sebelumnya 71,9 persen menjadi 75 persen.

Demikian terungkap pada Simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilu serentak tahun 2019 di Lapangan Sepakbola Kelurahan Drajat Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Sabtu (16/3). Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs. H. Asep Dedi, MSi mengatakan pelaksanaan Pemilu 2019 menjadi sangat resistensi karena menggabungkan dua pemilihan yakni pemilihan presiden dan wakil presiden serta legislatif/Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Pemilu kali ini berbeda karena akan menggabungkan Pilpres dan Pileg secara bersamaan. Masyarakat nanti akan menggunakan hak pilih dengan lima varian atau surat suara. Tentu harus dilakukan secara hati-hati,” ungkap Dedi usai membuka Simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilu serentak tahun 2018.

Dedi menambahkan pelaksanaan simulasi sangat penting untuk  mengetahui berbagai persoalan yang akan dihadapi selama melakukan tahapan Pemliu nanti. Simulasi sangat penting terutama bagi petugas untuk mengatahui solusi dalam menghadapi persoalan nantinya. Karena smulai menggambarkan keadaan sesungguhnya.

“KPU tentu harus mensosialisasikan tahapan yang benar kepada petugas. Melalui simulasi inilah nantinya tahapan yang benat akan terwujud. Ini menjadi ajang evaluasi dan pencarian solusi sebelum pelaksanaan,” kata Sekda.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon  juga mendorong agar masyarakat turut berpartisipasi dalam Pemilu Serentak nanti. Angka pertisipasi masyarakat sangat penting sehingga peran warga dalam memilih pemimpin dan legislator sangat besar.

“Target angka pertisipasi kali ini meningkat menjadi 75 persen dari pemilu sebelumnya hanya 71,9 persen. Semoga target ini akan terwujud,” tandasnya.

Sementara Ketua KPU Kota Cirebon, Didi Nursidi SH., MH, mengatakan simulasi kali ini mengukur persiapan menghadapi Pemilu Serentak 2019 mendatang sesuai tahapan yang harus dilakukan. Simulasi dilakukan sesuai pelaksanaan yang dihadapi oleh petugas secara nyata.

“Sejak tahapan awal seperti perencanaan pembuat TPS (Tempat Pemungutan Suara red), proses pencoblosan dan penghitungan dilakukan simulasi. Kali ini simulasi diikuti 6385 KPPS seleuruh kota Cirebon,” ujar Didi. (CB01)

 

 

 

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here